DJI Agras T100S Membawa Teknologi Drone ke Tingkat Baru dalam Dunia Pertanian

Read Time:12 Minute, 19 Second

DJI Agras T100S Membawa Teknologi Drone ke Tingkat Baru dalam Dunia Pertanian melalui kombinasi kapasitas angkut besar, sistem penyemprotan berkecepatan tinggi, teknologi keselamatan yang semakin cerdas, serta dukungan operasional untuk berbagai kebutuhan agrikultur. Drone ini tidak hanya di rancang sebagai alat penyemprot dari udara, tetapi juga sebagai platform kerja multifungsi yang dapat membantu proses penyebaran material hingga pengangkutan barang dalam lingkungan pertanian.

DJI memperkenalkan Agras T100S di China pada 18 November 2025 sebagai salah satu model unggulan dalam lini drone pertaniannya. Perangkat tersebut di kembangkan untuk meningkatkan stabilitas, efisiensi, kecerdasan, keamanan, fleksibilitas penggunaan, dan nilai ekonomis dalam satu platform. DJI mencatat bahwa bobot lepas landas maksimumnya dapat mencapai 149,9 kilogram, menunjukkan bahwa T100S memang di tujukan untuk pekerjaan pertanian dengan beban berat. (DJI Official)

Kehadiran drone pertanian berkapasitas besar menandai perubahan penting dalam cara lahan di kelola. Sebelumnya, banyak pekerjaan seperti penyemprotan, penebaran pupuk, dan pengangkutan material bergantung pada tenaga manusia atau kendaraan darat. Cara tersebut tetap relevan, tetapi sering menghadapi kendala ketika lahan terlalu luas, berlumpur, bertingkat, atau sulit di lewati.

DJI Agras T100S menawarkan pendekatan berbeda. Drone dapat bergerak di atas tanaman tanpa harus melewati permukaan tanah secara langsung. Hal ini membuat operator memiliki pilihan tambahan ketika kondisi lahan tidak ideal untuk mesin pertanian darat.

Meski demikian, T100S bukan perangkat yang bekerja sepenuhnya tanpa perencanaan. Operator tetap perlu memahami karakter tanaman, dosis bahan, cuaca, arah angin, kondisi medan, serta ketentuan penerbangan setempat. Teknologi membantu mempercepat pekerjaan, sedangkan keputusan agronomis tetap harus di buat berdasarkan kebutuhan tanaman.

Mengenal DJI Agras T100S sebagai Drone Pertanian Multifungsi

DJI Agras T100S berada dalam kategori agricultural unmanned aircraft atau pesawat tanpa awak untuk pertanian. Berdasarkan panduan keselamatan resminya, perangkat ini di rancang untuk kebutuhan pertanian, kehutanan, peternakan, dan perikanan, termasuk perlindungan tanaman, penebaran benih, serta pemberian pakan. DJI juga menegaskan bahwa drone tersebut tidak boleh di gunakan untuk mengangkut manusia. (DJI Download Center)

Fungsi T100S dapat di sesuaikan melalui pemasangan sistem kerja tertentu. Dalam satu periode, drone dapat di persiapkan untuk menyemprot cairan. Pada pekerjaan lain, pengguna dapat memasang sistem penyebaran material granular atau perangkat pengangkutan.

Pendekatan modular tersebut membuat satu unit drone berpotensi di gunakan untuk beberapa jenis pekerjaan sepanjang musim. Petani tidak hanya memperoleh alat semprot, tetapi sebuah platform udara yang dapat di sesuaikan dengan alur produksi.

Kapasitas Kerja yang Disiapkan untuk Lahan Luas

Salah satu daya tarik terbesar DJI Agras T100S adalah kapasitas operasionalnya. DJI menyebut model ini memiliki tangki penyemprotan berkapasitas 85 liter dan kemampuan membawa material sebar hingga 90 kilogram. Bobot lepas landas maksimumnya mencapai 149,9 kilogram, tergantung sistem yang dipasang dan konfigurasi operasional. (DJI)

Kapasitas besar dapat mengurangi frekuensi pengisian ulang di bandingkan drone yang memiliki tangki lebih kecil. Dalam pekerjaan lapangan, waktu tidak hanya di habiskan untuk terbang. Operator juga perlu mengisi cairan, mengganti atau mengisi daya baterai, memeriksa komponen, memindahkan drone, dan menyiapkan misi berikutnya.

Dengan membawa lebih banyak muatan dalam satu penerbangan, T100S berpotensi memperpanjang siklus kerja sebelum kembali ke titik pengisian. Manfaatnya akan semakin terasa pada area terbuka yang luas dan memiliki jalur penerbangan relatif konsisten.

Rangka dan Sistem Propulsi untuk Membawa Beban Berat

Drone dengan beban besar membutuhkan tenaga angkat yang stabil. T100S menggunakan baling-baling komposit serat karbon berukuran 62 inci, ukuran yang juga tercatat dalam dokumentasi teknis resmi DJI untuk kelompok drone Agras berkapasitas besar. (DJI Repair)

Baling-baling besar membantu menghasilkan gaya angkat yang di perlukan ketika drone membawa cairan, pupuk, benih, atau muatan lainnya. Namun, daya angkat bukan satu-satunya pertimbangan. Sistem propulsi juga harus menjaga stabilitas saat ketinggian berubah, kecepatan angin meningkat, atau berat muatan berkurang selama proses penyemprotan.

Stabilitas tersebut penting karena perubahan posisi dapat memengaruhi jarak semprot, lebar cakupan, dan pemerataan aplikasi. Oleh sebab itu, rancangan drone pertanian tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga konsistensi ketika terbang rendah di atas tanaman.

Sistem Penyemprotan dengan Aliran Lebih Tinggi

DJI Agras T100S di bekali sistem penyemprotan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan aplikasi berkapasitas tinggi. Berdasarkan penjelasan resmi DJI, konfigurasi mist sprinkler pada T100S dapat mencapai laju aliran hingga 50 liter per menit. Sistem piringan sentrifugalnya juga di rancang ulang untuk meningkatkan efisiensi atomisasi sekitar 30 persen pada tingkat aliran yang sama. (DJI)

Laju aliran tinggi dapat membantu ketika tanaman membutuhkan volume aplikasi lebih besar. Meskipun begitu, operator tidak seharusnya selalu menggunakan pengaturan maksimum. Volume semprot tetap perlu di sesuaikan dengan jenis tanaman, fase pertumbuhan, karakter cairan, target organisme pengganggu, serta rekomendasi produk yang di gunakan.

Atomisasi Membantu Mengatur Ukuran Butiran Cairan

Dalam penyemprotan pertanian, cairan perlu diubah menjadi butiran kecil agar dapat tersebar. Proses ini disebut atomisasi. Sistem sentrifugal memanfaatkan piringan yang berputar untuk memecah cairan menjadi droplet sebelum di lepaskan ke area tanaman.

Pengaturan ukuran droplet perlu dilakukan secara hati-hati. Butiran yang terlalu besar mungkin menghasilkan penetrasi yang berbeda, sedangkan butiran yang terlalu halus dapat lebih mudah terbawa angin. Karena itu, operator perlu menyeimbangkan ukuran droplet, ketinggian terbang, kecepatan drone, volume aplikasi, dan kondisi cuaca.

Penyemprotan Tanaman Pangan dan Perkebunan Memerlukan Pengaturan Berbeda

Tanaman padi, jagung, sayuran, kelapa sawit, dan pohon buah memiliki struktur tajuk yang tidak sama. Tanaman pangan yang rendah biasanya membutuhkan pola penerbangan berbeda dari pohon buah dengan kanopi tebal.

Untuk tanaman berkanopi rapat, aliran udara dari baling-baling dapat membantu menggerakkan daun dan membawa butiran cairan menuju bagian tanaman yang lebih dalam. Namun, efektivitasnya tetap di pengaruhi oleh kerapatan daun, kecepatan penerbangan, arah angin, dan karakter semprotan.

Artinya, kapasitas tinggi harus di ikuti kalibrasi yang tepat. Operator perlu melakukan pengujian terbatas sebelum menjalankan misi penuh agar hasil penyemprotan sesuai dengan kondisi lapangan.

Sistem Penyebaran untuk Pupuk, Benih, dan Material Granular

Selain menyemprot cairan, DJI Agras T100S dapat di gunakan untuk menyebarkan material berbentuk butiran. Kapasitas muatan sebar hingga 90 kilogram membuat drone ini relevan untuk pekerjaan seperti penebaran pupuk granular, benih tanaman tertentu, maupun pakan dalam kegiatan perikanan dan peternakan. (DJI)

Sistem penyebaran bekerja dengan mengatur aliran material menuju piringan pemutar. Material kemudian di lontarkan ke area di bawah drone dengan lebar tertentu. Kecepatan putaran, bukaan aliran, ketinggian, kecepatan terbang, bentuk butiran, dan kepadatan material akan memengaruhi hasil akhirnya.

Penyebaran Presisi Membutuhkan Kalibrasi Material

Pupuk, benih, dan pakan memiliki ukuran serta massa jenis berbeda. Pupuk majemuk tidak akan mengalir dengan karakter yang sama seperti benih padi atau pakan ikan. Karena itu, operator perlu memasukkan parameter material dengan benar sebelum memulai pekerjaan.

Kalibrasi dapat di lakukan dengan mengukur jumlah material yang keluar dalam waktu tertentu, lalu membandingkannya dengan luas area yang di cakup. Dari sana, operator dapat menyesuaikan laju pelepasan dan kecepatan penerbangan.

Proses ini terdengar teknis, tetapi sangat penting. Kapasitas besar tidak akan memberikan manfaat optimal jika material menyebar terlalu banyak pada satu area dan terlalu sedikit pada area lainnya.

Kemampuan Pengangkutan Menambah Fleksibilitas Operasional

T100S juga mendukung penggunaan sistem pengangkutan untuk kebutuhan sektor pertanian, kehutanan, peternakan, dan perikanan. Spesifikasi resmi mencatat bobot lepas landas maksimum saat sistem pengangkutan di pasang dapat mencapai 149,9 kilogram. Kapasitas muatan aktual akan direkomendasikan oleh aplikasi berdasarkan kondisi drone, lingkungan, dan jenis misi. (DJI)

Kemampuan ini dapat berguna untuk memindahkan material ke lokasi yang sulit di jangkau kendaraan. Contohnya meliputi area perkebunan berbukit, tambak, kebun di lereng, dan kawasan dengan jalur tanah yang sempit.

Namun, pengangkutan melalui udara memiliki risiko tersendiri. Muatan dapat berayun, tali dapat tersangkut, dan perubahan angin dapat memengaruhi stabilitas. DJI mengharuskan pengguna menjaga jarak aman dari drone, memeriksa tali dan pengait, serta tidak melakukan bongkar muat tepat di atas orang. (DJI Download Center)

Sistem Keselamatan yang Semakin Cerdas

Drone pertanian sering terbang dekat dengan pohon, kabel, tiang, saluran irigasi, dan kontur tanah. Oleh karena itu, kemampuan mendeteksi rintangan menjadi bagian penting dari operasional.

DJI Agras T100S menggunakan tiga radar gelombang milimeter yang mencakup radar horizontal berputar, radar bawah, dan radar belakang. menyatakan bahwa jumlah antena pemancar-penerima pada radar horizontal meningkat sekitar 130 persen, sementara kepadatan point cloud meningkat hingga empat kali lipat di bandingkan rancangan sebelumnya. (DJI Official)

Radar Membaca Lingkungan di Sekitar Drone

Radar gelombang milimeter mengirimkan sinyal dan membaca pantulannya untuk memperkirakan posisi objek. Teknologi ini dapat membantu drone mengenali rintangan meskipun bentuk objek tidak selalu terlihat jelas oleh kamera.

T100S di promosikan dengan dukungan perlindungan operasional hingga kecepatan 10 meter per detik dalam kondisi yang memenuhi persyaratan sistem. Angka tersebut menunjukkan bahwa DJI berusaha mempertahankan fungsi keselamatan ketika drone menjalankan pekerjaan dengan kecepatan relatif tinggi. (DJI)

Meski demikian, sistem penghindaran rintangan tidak boleh di anggap sebagai jaminan bahwa tabrakan tidak akan terjadi. Kabel tipis, benda bergerak, cuaca buruk, pencahayaan rendah, permukaan reflektif, dan perubahan medan tetap dapat menciptakan risiko.

Sistem Visual Membantu Operator Memantau Area Kerja

Radar bekerja bersama sistem visual untuk memberikan informasi lingkungan yang lebih lengkap. Kamera membantu operator melihat arah penerbangan, kondisi tanaman, batas lahan, dan area pendaratan melalui pengendali jarak jauh.

Kombinasi radar dan kamera memungkinkan drone memproses lingkungan dari beberapa jenis data. Radar berguna untuk membaca jarak dan keberadaan objek, sedangkan kamera memberikan konteks visual yang lebih mudah di pahami operator.

Teknologi ini sangat bermanfaat pada lahan yang memiliki banyak batas tidak beraturan. Meski rute dapat di rencanakan secara otomatis, operator tetap harus memantau penerbangan dan siap mengambil tindakan ketika kondisi berubah.

Baterai 41Ah Mendukung Kebutuhan Energi Tinggi

DJI Agras T100S menggunakan baterai pintar DB2212 dengan kapasitas 41Ah. DJI menyebut sistem energi tersebut di rancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai skenario kerja T100S, mulai dari penyemprotan hingga pengangkutan.

Baterai berkapasitas besar penting karena motor harus mengangkat badan drone sekaligus muatan. Konsumsi energi akan berubah berdasarkan berat, kecepatan, arah angin, temperatur, ketinggian lokasi, dan pola penerbangan.

Pengelolaan baterai perlu menjadi bagian dari alur kerja, bukan sekadar kegiatan setelah penerbangan. Tim operasional perlu memantau suhu, kondisi sel, jumlah siklus, kebersihan konektor, dan waktu pengisian.

Manajemen Energi Menentukan Kelancaran Operasional

Drone berkapasitas besar akan lebih produktif ketika baterai, perangkat pengisian, suplai listrik, dan proses pengisian ulang di atur dengan baik. Tanpa manajemen energi yang rapi, drone dapat lebih sering menunggu di bandingkan bekerja.

Tim lapangan dapat menyusun rotasi baterai sehingga satu baterai di gunakan, satu baterai di dinginkan, dan baterai lainnya diisi. Jumlah unit yang di butuhkan bergantung pada luas area, jarak titik pengisian, jenis pekerjaan, serta target produktivitas harian.

Keamanan tetap menjadi prioritas. Perangkat pengisian berbahan bakar harus di tempatkan di area terbuka dan memiliki ventilasi baik. Dokumentasi DJI juga mengingatkan pengguna agar menjauhkan perangkat pengisian dari api, bahan mudah terbakar, anak-anak, dan area yang tidak aman. (DJI Download Center)

Operasi Otomatis Membantu Menjaga Konsistensi Jalur

Salah satu keunggulan utama drone pertanian adalah kemampuan mengikuti rute yang telah direncanakan. Operator dapat menentukan batas lahan, arah jalur, ketinggian, kecepatan, serta parameter aplikasi melalui perangkat lunak yang kompatibel.

Penerbangan otomatis membantu menjaga jarak antarlintasan agar cakupan lebih konsisten. Sistem juga dapat mengurangi beban operator dibandingkan harus menerbangkan drone secara manual pada setiap jalur.

Namun, otomatisasi tidak berarti operator dapat meninggalkan area kerja. Kondisi lapangan dapat berubah dengan cepat. Manusia, kendaraan, hewan, kabel sementara, atau cuaca dapat muncul setelah rute dibuat.

Pemetaan Menjadi Dasar Pekerjaan yang Lebih Rapi

Sebelum menyemprot atau menyebarkan material, batas lahan perlu dipetakan dengan akurat. Pemetaan membantu sistem mengenali area kerja, batas aman, rintangan, dan bentuk petak.

Lahan berbentuk persegi relatif mudah direncanakan. Sebaliknya, lahan dengan banyak lekukan, pepohonan, saluran air, dan perbedaan elevasi memerlukan pemeriksaan lebih mendalam.

Peta yang baik dapat mengurangi area terlewat dan tumpang tindih. Dari sudut pandang operasional, hal tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan cairan, pupuk, benih, dan waktu kerja.

Potensi DJI Agras T100S untuk Pertanian Indonesia

Indonesia memiliki kondisi pertanian yang sangat beragam. Ada sawah datar, perkebunan luas, kebun hortikultura, lahan berbukit, tambak, hingga kawasan pertanian yang sulit dilalui kendaraan berat.

Karakter tersebut membuka ruang bagi drone pertanian. T100S dapat dipertimbangkan untuk pekerjaan yang membutuhkan kapasitas besar dan mobilitas udara, terutama ketika akses permukaan tanah terbatas.

Sawah dan Tanaman Pangan

Pada sawah, drone dapat digunakan untuk aplikasi cairan dan penyebaran material tertentu. Keunggulannya adalah drone tidak harus masuk ke area berlumpur sehingga risiko merusak tanaman akibat roda kendaraan dapat dikurangi.

Sebelum digunakan, operator harus mengukur luas petak, mengenali kabel dan pohon, memeriksa arah angin, serta menyesuaikan dosis. Batas antarpetak juga perlu dipetakan secara akurat agar bahan tidak masuk ke area yang tidak ditargetkan.

Perkebunan dan Tanaman Berkanopi Tebal

Pada perkebunan, tantangan utamanya adalah penetrasi menuju bagian dalam tajuk. Konfigurasi mist sprinkler dengan aliran tinggi dapat membantu pekerjaan pada tanaman berkanopi rapat, tetapi hasilnya tetap bergantung pada kecepatan terbang, ukuran droplet, tinggi tanaman, dan arah aliran udara.

Pengujian menggunakan air atau bahan aman sebaiknya dilakukan sebelum aplikasi penuh. Hasil uji dapat diamati melalui kertas sensitif air atau metode evaluasi lain untuk melihat distribusi droplet pada bagian atas dan bawah daun.

Perikanan dan Peternakan

Sistem penyebaran dapat membuka peluang penggunaan untuk mendistribusikan pakan pada area perairan atau peternakan tertentu. Drone dapat mengikuti rute yang konsisten sehingga material tidak hanya menumpuk pada satu titik.

Meski terlihat sederhana, karakter pakan perlu diuji karena ukuran dan bentuknya dapat memengaruhi aliran pada sistem penyebaran. Kelembapan material juga harus diperhatikan agar tidak menimbulkan gumpalan atau penyumbatan.

Efisiensi Tidak Hanya Ditentukan oleh Kecepatan Drone

Membeli drone berkapasitas besar tidak otomatis membuat seluruh pekerjaan menjadi efisien. Produktivitas ditentukan oleh keseluruhan sistem, mulai dari transportasi unit, persiapan cairan, pengisian baterai, kalibrasi, pemetaan, keselamatan, hingga pencatatan hasil.

Tim yang terlatih dapat memanfaatkan fitur drone secara maksimal. Sebaliknya, alur kerja yang buruk dapat membuat tangki besar dan kecepatan tinggi tidak memberikan banyak keuntungan.

Karena itu, calon pengguna perlu menghitung kebutuhan secara menyeluruh. Pertimbangan utama bukan hanya harga drone, tetapi juga baterai, perangkat pengisian, kendaraan operasional, suku cadang, pelatihan, perawatan, perlengkapan keselamatan, dan dukungan purnajual.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengoperasikan DJI Agras T100S

Operator harus memahami peraturan penerbangan drone dan penggunaan bahan pertanian di wilayah operasional. Batas berat, lokasi penerbangan, izin, jarak aman, serta ketentuan aplikasi bahan dapat berbeda di setiap negara atau daerah.

Kondisi cuaca juga harus diperiksa sebelum penerbangan. Angin kencang dapat mengubah arah semprotan, hujan dapat memengaruhi aplikasi, dan suhu tinggi dapat meningkatkan beban sistem energi.

Pemeriksaan sebelum terbang perlu mencakup baling-baling, motor, lengan, tangki, selang, pompa, radar, kamera, baterai, serta sambungan sistem kerja. Setelah selesai, bagian yang terkena cairan atau material harus dibersihkan sesuai prosedur agar tidak menimbulkan korosi, penyumbatan, atau kerusakan.

Kesimpulan

DJI Agras T100S memperlihatkan bahwa drone pertanian telah berkembang menjadi mesin kerja udara dengan kapasitas dan fungsi yang semakin luas. Tangki penyemprotan 85 liter, kemampuan membawa material sebar hingga 90 kilogram, sistem atomisasi beraliran tinggi, baterai 41Ah, radar gelombang milimeter, dan dukungan pengangkutan membuatnya relevan untuk operasi agrikultur berskala besar. (DJI)

Teknologi tersebut tetap perlu di dukung operator terlatih, kalibrasi akurat, perencanaan rute, manajemen baterai, pemeliharaan rutin, dan kepatuhan terhadap regulasi. Ketika seluruh unsur itu di kelola dengan benar, drone dapat menjadi bagian penting dari pertanian presisi yang lebih cepat, terukur, dan adaptif. Pada akhirnya, DJI Agras T100S Membawa Teknologi Drone ke Tingkat Baru dalam Dunia Pertanian dengan menggabungkan kapasitas besar, otomatisasi, keselamatan, dan fleksibilitas dalam satu platform udara.

Baca juga : DJI Mavic 4 Pro Tawarkan Teknologi Penerbangan Aman dan Rekaman Lebih Detail

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Xiaomi Redmi Note 14 5G