DJI Air 3S Hadir dengan Sistem Kamera Andal untuk Berbagai Kondisi Cahaya
DJI Air 3S Hadir dengan Sistem Kamera Andal untuk Berbagai Kondisi Cahaya sebagai salah satu drone yang dirancang untuk menjawab kebutuhan kreator modern dalam merekam pemandangan, perjalanan, bangunan, kendaraan, hingga aktivitas manusia dari udara. Drone ini tidak hanya mengandalkan kemampuan terbang yang stabil, tetapi juga membawa sistem dua kamera dengan karakter berbeda sehingga pengguna dapat memilih sudut pandang sesuai kebutuhan pengambilan gambar.
Kamera utama dengan sensor berukuran besar menjadi daya tarik utama ketika pengguna harus merekam dalam kondisi cahaya yang menantang. Sementara itu, kamera tele menengah memberikan perspektif yang lebih rapat untuk menonjolkan subjek tanpa harus menerbangkan drone terlalu dekat. Kombinasi tersebut membuat DJI Air 3S terasa fleksibel untuk digunakan pada pagi hari, siang yang cerah, matahari terbenam, maupun pemandangan kota pada malam hari.
DJI Air 3S Hadir dengan Sistem Kamera Andal untuk Berbagai Kondisi Cahaya
DJI memperkenalkan Air 3S sebagai drone berkamera ganda yang berfokus pada fotografi perjalanan. Perangkat ini membawa kamera utama dengan sensor CMOS 1 inci dan kamera tele menengah dengan jarak fokus setara 70 mm. Kedua kamera tersebut dirancang untuk menghasilkan rekaman dengan rentang dinamis hingga 14 stop, sehingga detail pada area terang dan gelap dapat dipertahankan dengan lebih baik.
Pendekatan kamera ganda memberikan keuntungan yang cukup besar. Pengguna tidak harus selalu mengandalkan pembesaran digital ketika ingin mendapatkan tampilan subjek yang lebih dekat. Kamera utama dapat digunakan untuk menangkap lanskap luas, sedangkan kamera tele membantu menciptakan komposisi yang lebih fokus dan sinematik.
Bagi kreator perjalanan, kombinasi tersebut sangat praktis. Dalam satu penerbangan, pengguna dapat merekam bentang alam secara luas, kemudian berpindah ke kamera tele untuk menyorot bangunan, kendaraan, manusia, atau detail tertentu tanpa perlu mendarat dan mengganti perangkat.
Sistem Dua Kamera yang Menawarkan Perspektif Berbeda
Salah satu kekuatan DJI Air 3S terletak pada kemampuannya menghadirkan dua perspektif visual dalam satu bodi. Kamera pertama menggunakan lensa sudut lebar, sedangkan kamera kedua membawa lensa tele menengah yang menghasilkan tampilan lebih padat.
Perbedaan ini bukan sekadar persoalan jarak pandang. Setiap lensa menciptakan karakter visual yang berbeda. sudut lebar memberikan kesan ruang yang luas, sementara kamera tele menengah membuat latar belakang terlihat lebih dekat dengan subjek.
Kamera Utama CMOS 1 Inci Beresolusi 50 MP
Kamera utama DJI Air 3S menggunakan sensor CMOS 1 inci dengan resolusi efektif 50 MP. tersebut dipasangkan dengan lensa setara 24 mm, bidang pandang 84 derajat, bukaan f/1.8, dan jarak fokus mulai dari 0,5 meter hingga tak terhingga.
Ukuran sensor yang besar menjadi keuntungan penting untuk pengambilan gambar udara. Sensor dapat menerima lebih banyak cahaya sehingga detail, warna, dan rentang tonal berpotensi dipertahankan secara lebih baik. Hal ini terutama berguna ketika drone digunakan pada waktu yang tidak memiliki pencahayaan ideal.
Kamera utama cocok untuk merekam pegunungan, garis pantai, kawasan perkotaan, area persawahan, dan pemandangan perjalanan. Lensa 24 mm memberikan cakupan luas tanpa membuat komposisi terasa terlalu ekstrem.
Kamera Tele Menengah 70 mm Beresolusi 48 MP
Kamera kedua menggunakan sensor CMOS 1/1,3 inci dengan resolusi efektif 48 MP. membawa lensa setara 70 mm, bidang pandang 35 derajat, bukaan f/2.8, dan fokus mulai dari tiga meter hingga tak terhingga.
Perspektif 70 mm dapat membantu pengguna memisahkan subjek dari lingkungan di sekitarnya. Ketika digunakan untuk merekam kendaraan, bangunan, perahu, atau seseorang di tengah lanskap, kamera tele menengah mampu menghasilkan komposisi yang terasa lebih terarah.
DJI juga menjelaskan bahwa kamera tersebut menawarkan pembesaran optik sekitar tiga kali dibandingkan sudut pandang kamera utama. Efek kompresi perspektifnya dapat membuat latar belakang terlihat lebih dekat sehingga gambar mempunyai kesan dramatis dan sinematik.
Mengapa Lensa 70 mm Berguna untuk Kreator?
Lensa tele menengah memberikan kebebasan dalam mengatur jarak antara drone dan subjek. Pengguna tidak harus selalu mendekati objek secara agresif untuk menciptakan gambar yang tampak dekat.
Kemampuan tersebut berguna ketika merekam lokasi yang sulit dijangkau, bangunan tinggi, kendaraan bergerak, atau area yang membutuhkan jarak aman. Perspektif 70 mm juga membantu mengurangi tampilan latar belakang yang terlalu ramai.
Hasilnya, subjek utama dapat terlihat lebih dominan. Kreator pun memperoleh lebih banyak pilihan ketika menyusun rangkaian video, karena rekaman sudut lebar dan tele dapat digabungkan untuk menciptakan variasi visual.
Kemampuan Menghadapi Kondisi Cahaya yang Berubah
Pencahayaan merupakan salah satu tantangan terbesar dalam fotografi udara. Ketika kamera menghadap matahari, bagian langit dapat terlihat terlalu terang, sedangkan daratan menjadi terlalu gelap. Masalah serupa juga muncul ketika pengguna merekam pemandangan kota pada malam hari.
DJI Air 3S mencoba mengatasi kondisi tersebut melalui sensor yang lebih besar, algoritma pemrosesan gambar, rentang dinamis tinggi, dan dukungan pengaturan ISO yang lebih luas.
Rentang Dinamis hingga 14 Stop
Kedua kamera DJI Air 3S dapat merekam video dengan rentang dinamis maksimum hingga 14 stop pada kondisi dan pengaturan tertentu. Rentang dinamis yang luas membantu kamera mempertahankan informasi pada area bayangan sekaligus mengendalikan bagian gambar yang sangat terang.
Kemampuan ini terasa penting saat merekam matahari terbit atau matahari terbenam. Pada kondisi tersebut, perbedaan kecerahan antara langit dan permukaan tanah biasanya sangat tinggi.
Dengan informasi visual yang lebih banyak, kreator memperoleh ruang lebih besar ketika melakukan penyuntingan. Detail pada awan, pepohonan, jalan, dan bangunan dapat diseimbangkan tanpa membuat hasil akhir terlihat terlalu datar.
ISO Lebih Fleksibel untuk Pemandangan Malam
Dalam mode warna normal, batas ISO video pada DJI Air 3S dapat mencapai 12.800. Sementara itu, mode D-Log M dan HLG mendukung ISO hingga 3.200. Angka maksimum tersebut bergantung pada mode perekaman yang digunakan.
ISO tinggi memang bukan satu-satunya penentu kualitas malam hari. Pengguna tetap perlu mempertimbangkan kecepatan rana, pergerakan drone, intensitas cahaya, dan tingkat gangguan digital.
Namun, rentang ISO yang lebih luas memberikan fleksibilitas tambahan ketika drone harus menangkap jalan bercahaya, gedung, jembatan, atau suasana kota setelah matahari terbenam.
D-Log M dan HLG untuk Proses Penyuntingan
Mode D-Log M ditujukan bagi kreator yang ingin melakukan proses color grading secara lebih mendalam. Profil ini menghasilkan tampilan awal yang relatif datar agar informasi warna dan pencahayaan dapat diproses kembali pada tahap penyuntingan.
Sementara itu, HLG dapat digunakan untuk alur kerja dengan rentang dinamis tinggi. Kedua kamera mendukung perekaman 10-bit pada mode tertentu, termasuk D-Log M dan HLG, sehingga transisi warna dapat terlihat lebih halus daripada rekaman 8-bit.
Fitur tersebut membuat rekaman kamera utama dan tele lebih mudah dipadukan. Kreator dapat berpindah perspektif tanpa menghadapi perbedaan warna yang terlalu jauh selama pengaturan kameranya disamakan.
Rekaman 4K untuk Konten yang Lebih Detail
DJI Air 3S mendukung perekaman video 4K hingga 60 fps untuk penggunaan reguler serta 4K hingga 120 fps pada mode gerak lambat. Drone ini juga dapat merekam video Full HD hingga 240 fps pada mode yang mendukungnya.
Resolusi 4K memberikan detail yang cukup untuk berbagai jenis produksi digital. Kreator dapat menggunakannya untuk video perjalanan, dokumentasi properti, konten media sosial, materi promosi, hingga produksi sinematik berskala kecil.
Video HDR 4K 60 fps
Perekaman 4K 60 fps HDR berguna ketika pengguna ingin mendapatkan gerakan yang halus sekaligus mempertahankan detail pada kondisi pencahayaan dengan kontras tinggi. Mode ini cocok untuk merekam pergerakan kendaraan, ombak, aktivitas luar ruangan, atau manuver kamera yang lebih dinamis.
Kecepatan 60 fps juga memberi sedikit fleksibilitas untuk memperlambat rekaman dalam lini masa 30 fps. Kreator dapat menghasilkan gerakan yang lebih tenang tanpa harus masuk ke mode gerak lambat khusus.
Gerak Lambat 4K 120 fps
Mode 4K 120 fps memungkinkan pengguna menangkap gerakan cepat dengan lebih detail. Fitur ini dapat dimanfaatkan ketika merekam kendaraan, air terjun, ombak, olahraga luar ruang, atau pergerakan subjek yang membutuhkan efek dramatis.
Penting untuk diperhatikan bahwa 4K 120 fps tersedia dalam mode Slow Motion. Pengguna perlu menyesuaikan kebutuhan penyimpanan, pencahayaan, dan alur penyuntingan sebelum mengaktifkannya.
Perekaman Vertikal untuk Media Sosial
Kamera sudut lebar dan kamera tele menengah mendukung video vertikal dengan rasio 9:16 hingga resolusi 2.7K 60 fps. Fitur ini memudahkan kreator menyiapkan konten untuk platform video vertikal tanpa melakukan pemotongan ekstrem dari rekaman horizontal.
Walaupun sensor tidak berputar secara fisik seperti pada beberapa drone yang lebih kecil, format vertikal tersebut tetap memberikan ruang yang memadai untuk menghasilkan konten media sosial berkualitas tinggi.
Gimbal Tiga Sumbu Menjaga Rekaman Tetap Stabil
Kualitas kamera yang tinggi membutuhkan sistem stabilisasi yang dapat mengimbangi gerakan drone. DJI Air 3S menggunakan gimbal mekanis tiga sumbu yang menstabilkan gerakan tilt, roll, dan pan.
Stabilisasi ini membantu kamera mempertahankan komposisi ketika drone bergerak maju, berbelok, atau menghadapi tiupan angin. Rekaman yang stabil membuat proses penyuntingan lebih mudah dan mengurangi kebutuhan melakukan stabilisasi tambahan melalui perangkat lunak.
Rentang kendali vertikal kameranya juga memungkinkan pengguna mengarahkan kamera ke atas hingga sudut tertentu. Hal ini membuka peluang untuk menciptakan komposisi yang tidak hanya menghadap lurus atau ke bawah.
Free Panorama Mempermudah Eksplorasi Komposisi
Kedua kamera DJI Air 3S mendukung fitur Free Panorama. Fitur tersebut memungkinkan pengguna memilih area atau subjek secara lebih fleksibel sebelum drone mengambil beberapa gambar dan menyatukannya menjadi panorama.
Kamera sudut lebar dapat digunakan untuk menghasilkan panorama luas secara efisien. Sementara itu, kamera tele menengah menawarkan detail yang lebih rapat dengan distorsi perspektif lebih rendah.
Pengguna dapat memanfaatkan fitur ini untuk merekam pegunungan, garis cakrawala kota, kawasan wisata, kompleks bangunan, atau pemandangan alam yang sulit dimasukkan ke dalam satu bingkai biasa.
Sistem Deteksi Rintangan untuk Penerbangan Malam
Kemampuan merekam dalam kondisi minim cahaya tidak akan lengkap tanpa sistem penerbangan yang mendukung. DJI Air 3S membawa sistem pengindraan rintangan segala arah yang dipadukan dengan LiDAR menghadap ke depan dan sensor inframerah di bagian bawah.
Sistem penglihatan binokular ditempatkan untuk memantau berbagai arah di sekitar drone. LiDAR depan memiliki jangkauan pengukuran malam hari antara 0,5 sampai 25 meter pada kondisi reflektivitas tertentu.
Nightscape Omnidirectional Obstacle Sensing
Fitur Nightscape Omnidirectional Obstacle Sensing membantu drone mengenali dan menghindari rintangan ketika di gunakan pada lingkungan malam yang memenuhi persyaratan pencahayaan serta tekstur permukaan.
Teknologi ini dapat membantu ketika drone terbang di dekat bangunan, pepohonan, atau struktur lain. Namun, pengguna tetap harus menjaga kontak visual, memperhatikan kondisi lingkungan, dan tidak bergantung sepenuhnya pada sensor.
Sistem penghindaran rintangan merupakan lapisan bantuan, bukan pengganti keputusan pilot. Kabel tipis, ranting kecil, permukaan reflektif, cuaca buruk, dan area yang terlalu gelap masih dapat menimbulkan risiko.
Smart RTH Generasi Terbaru
DJI Air 3S di lengkapi fitur Smart Return-to-Home atau Smart RTH generasi terbaru. Sistem ini di rancang untuk membantu drone menyusun jalur kembali sambil mempertimbangkan kondisi lingkungan di sekitarnya.
Drone juga dapat mengingat jalur penerbangan ketika beroperasi dalam kondisi pencahayaan yang memadai. Kemampuan tersebut membantu proses kembali ke titik awal pada skenario tertentu, termasuk ketika sinyal satelit belum tersedia saat lepas landas.
Meskipun demikian, pilot tetap perlu menetapkan ketinggian RTH secara tepat, memeriksa rintangan, memantau baterai, dan memastikan titik lepas landas aman.
ActiveTrack 360° Menjaga Subjek dalam Bingkai
DJI Air 3S membawa ActiveTrack 360° untuk membantu pengguna mengikuti subjek secara otomatis. Sistem dapat merencanakan jalur penerbangan berdasarkan lingkungan sekitar sekaligus mempertahankan subjek dalam komposisi.
Fitur ini cocok di gunakan untuk merekam seseorang yang berjalan, berlari, bersepeda, atau mengendarai kendaraan di area yang aman. Pengguna dapat memilih posisi drone dan membiarkan sistem mempertahankan pergerakan kamera.
DJI juga menambahkan fitur Subject Focusing yang di rancang untuk mengenali subjek dan menjaga fokus secara berkelanjutan, termasuk ketika pengguna menerbangkan drone secara manual.
Kombinasi pelacakan dan fokus otomatis membantu kreator lebih berkonsentrasi pada arah gerakan, latar belakang, dan komposisi. Namun, area penerbangan tetap harus di periksa terlebih dahulu agar jalur subjek tidak melewati rintangan berbahaya.
Waktu Terbang hingga 45 Menit
DJI menyebutkan bahwa Air 3S mempunyai waktu terbang maksimum hingga 45 menit dalam kondisi pengujian terkontrol. Durasi aktual dapat berubah karena angin, suhu, kecepatan, penggunaan kamera, kondisi baterai, dan pola penerbangan.
Waktu terbang yang panjang memberikan kesempatan lebih besar untuk mencari sudut terbaik. Pengguna dapat mengamati lokasi, mencoba beberapa jalur kamera, mengganti lensa, dan mengulang pengambilan gambar tanpa terlalu sering mendarat.
Walaupun demikian, pilot sebaiknya tidak menunggu baterai mencapai batas minimum. Cadangan daya tetap di perlukan untuk mengantisipasi angin, perubahan lokasi pendaratan, dan kondisi tidak terduga.
Transmisi DJI O4 yang Stabil
DJI Air 3S menggunakan sistem transmisi video DJI O4. Sistem tersebut mendukung tampilan langsung hingga 1080p 60 fps dan jarak transmisi maksimum hingga 20 kilometer berdasarkan standar serta kondisi pengujian tertentu.
Dalam penggunaan nyata, jarak transmisi di pengaruhi oleh gedung, pepohonan, interferensi, aturan wilayah, posisi antena, dan kondisi medan. DJI mencatat bahwa lingkungan perkotaan dengan interferensi kuat dapat menghasilkan jangkauan yang jauh lebih pendek di bandingkan area terbuka dengan gangguan rendah.
Kualitas transmisi yang baik membantu pilot memeriksa fokus, pencahayaan, posisi subjek, dan rintangan melalui layar pengendali. Hal ini menjadi penting ketika menggunakan kamera tele karena bidang pandangnya lebih sempit.
Penyimpanan Internal 42 GB untuk Situasi Darurat
DJI Air 3S menyediakan penyimpanan internal sebesar 42 GB. Kapasitas tersebut memungkinkan pengguna merekam meskipun lupa memasang kartu microSD atau ketika kartu penyimpanan telah penuh.
Penyimpanan internal juga praktis untuk perjalanan. Kreator tidak harus langsung menghentikan sesi hanya karena menghadapi masalah pada kartu memori.
Fitur Off-State QuickTransfer memungkinkan berkas di pindahkan ke telepon pintar ketika drone berada dalam keadaan mati. Transfer ke komputer juga dapat di lakukan melalui kabel USB yang kompatibel tanpa harus menyalakan drone secara penuh.
Desain Lipat yang Cocok untuk Perjalanan
DJI Air 3S mempertahankan desain lipat yang menjadi ciri khas drone perjalanan DJI. Bobotnya sekitar 724 gram sehingga masih cukup ringkas untuk dimasukkan ke dalam tas kamera atau tas perjalanan, meskipun jelas lebih berat di bandingkan lini DJI Mini.
Bobot tersebut merupakan konsekuensi dari sistem kamera ganda, baterai berkapasitas besar, sensor penghindaran rintangan, dan sistem penerbangan yang lebih lengkap.
Bagi pengguna yang lebih mementingkan kualitas visual dan fleksibilitas kamera daripada bobot ultra ringan, ukurannya dapat menjadi kompromi yang masuk akal. Namun, pilot tetap perlu memeriksa peraturan registrasi dan penerbangan drone yang berlaku di lokasi penggunaan.
Siapa yang Cocok Menggunakan DJI Air 3S?
DJI Air 3S cocok untuk kreator perjalanan yang membutuhkan kamera udara serbaguna tanpa membawa drone kelas profesional berukuran besar. Sistem dua kameranya dapat di gunakan untuk menghasilkan variasi gambar dalam satu sesi penerbangan.
Drone ini juga relevan untuk pembuat video properti, dokumentasi destinasi, produksi promosi, fotografi lanskap, dan konten otomotif. Kamera tele 70 mm memberikan nilai tambah karena mampu menonjolkan subjek dengan karakter yang berbeda dari lensa sudut lebar.
Pengguna pemula tetap dapat memanfaatkan fitur penerbangan otomatis, penghindaran rintangan, dan Smart RTH. Akan tetapi, mereka perlu mempelajari aturan penerbangan, pengaturan kamera, pengelolaan baterai, dan prosedur keselamatan sebelum menerbangkannya.
Tips Mendapatkan Rekaman Terbaik dari DJI Air 3S
Gunakan kamera utama ketika ingin menunjukkan skala sebuah lokasi. Kamera 24 mm ideal untuk pemandangan luas, sedangkan kamera 70 mm lebih efektif ketika komposisi membutuhkan subjek yang dominan.
Untuk merekam pada pagi atau sore hari, periksa histogram dan peringatan area terlalu terang. Hindari menaikkan ISO secara berlebihan jika kondisi masih memungkinkan penggunaan kecepatan rana yang lebih lambat.
Gunakan filter ND pada kondisi sangat terang agar kecepatan rana dapat di kendalikan. Dalam produksi video, banyak kreator menggunakan kecepatan rana sekitar dua kali nilai frame rate sebagai titik awal untuk menghasilkan gerakan yang terlihat alami.
Ketika menggunakan D-Log M, pastikan paparan tidak terlalu gelap. Rekaman yang terlalu gelap dapat menghasilkan lebih banyak gangguan visual saat tingkat kecerahannya di naikkan pada proses color grading.
Untuk penerbangan malam, lakukan survei lokasi sebelum matahari terbenam. Kenali posisi kabel, pepohonan, tiang, gedung, dan area pendaratan. Sensor canggih tetap tidak dapat menjamin bahwa semua rintangan akan selalu terdeteksi.
Kelebihan DJI Air 3S untuk Produksi Konten
Kelebihan terbesar DJI Air 3S bukan hanya terletak pada satu spesifikasi. Nilai utamanya berasal dari gabungan kamera utama bersensor besar, kamera tele menengah, video 4K, profil warna 10-bit, pelacakan subjek, penyimpanan internal, dan sistem keselamatan penerbangan.
Pengguna dapat menghasilkan rekaman pembuka dengan kamera sudut lebar, mengambil detail dengan kamera tele, lalu menambahkan gerakan lambat untuk membangun suasana. Seluruh materi tersebut dapat diperoleh dari satu perangkat dengan karakter warna yang relatif konsisten.
Alur kerja seperti ini sangat membantu kreator yang bekerja sendiri. Mereka tidak harus membawa terlalu banyak perlengkapan atau menerbangkan beberapa drone untuk mendapatkan sudut pandang berbeda.
Penutup
DJI Air 3S menawarkan keseimbangan menarik antara kualitas kamera, fleksibilitas lensa, kemampuan video, dan teknologi keselamatan. Sensor CMOS 1 inci pada kamera utama memberikan fondasi kuat untuk menghadapi pencahayaan yang berubah, sedangkan kamera tele 70 mm memperluas pilihan komposisi tanpa memaksa drone terbang terlalu dekat dengan subjek.
Dukungan video 4K, rentang dinamis hingga 14 stop, mode warna 10-bit, ActiveTrack 360°, LiDAR depan, Smart RTH, waktu terbang maksimum 45 menit, dan penyimpanan internal 42 GB membuatnya relevan untuk kreator perjalanan maupun produksi komersial. Dengan pengaturan kamera yang tepat dan penerbangan yang bertanggung jawab, DJI Air 3S Hadir dengan Sistem Kamera Andal untuk Berbagai Kondisi Cahaya sebagai perangkat yang mampu membantu pengguna menghasilkan rekaman udara lebih detail, stabil, dan sinematik.
Baca juga : Review Lengkap DJI Mini 5 Pro untuk Pemula dan Profesional?